Fitur canggih yang dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara pada mobil keluaran terbaru

Fitur canggih di mobil yang dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara pada mobil keluaran terbaru.

Teknologi di dunia otomotif semakin pesat perkembangannya. Dengan masuknya berbagai perangkat elektronik ke dalam sistem kendaraan bermotor, merubah arah pengembangan dan inovasi pada kendaraan-kendaraan tipe terbaru.

Jika anda sempat mengamati mobil-mobil keluaran terdahulu, apa yang menjadi unggulan setiap mobil keluaran terbaru.

Mungkin saja hanya perbedaan striping, kubikasi yang lebih besar, bodi yang lebih panjang. Hampir semua mangandalkan perkembangan fisik. Benda elektronik yang paling canggih pun hanya terbatas pemutar musik.

Mobil-mobil terbaru sekarang ini tidak hanya menawarkan pengembangan tampilan luar tapi teknologi yang diusungnya juga menjadi keunggulan untuk menarik minat pembeli.

Teknologi Drive by Wire contohnya, yang membawa segudang fitur canggih di mobil yang dapat meningkatkan keamanan berkendara.

Berikut beberapa fitur canggih yang ada di mobil keluaran terbaru bertema Drive by Wire yang mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara.

Hill Assist
Saat berhenti di tengah tanjakan pengguna mobil yang memiliki fitur ini tidak perlu khawatir karena umumnya telah dilengkapi dengan fasilitas Hill assist yang membuat mobil tidak merosot mundur saat pedal rem dilepas.

Hill Assist memungkinkan rem tetap mencengkram piringan beberapa detik setelah pedal rem dilepas. Ini memberi kesempatan kepada pengemudi untuk berpindah dari pedal rem ke pedal gas tanpa membuat mobil berjalan mundur.

Bagi pengemudi yang sudah mahir tentulah bukan masalah meskipun harus berhenti di tengah tanjakan tanpa bantuan fitur Hill Assist. Tapi bagi pengendara pemula mungkin akan kesulitan menghadapi lalu lintas yang tiba-tiba macet pada posisi menanjak.

Pada mobil yang belum memiliki fitur hill assist biasanya menggunakan bantuan rem tangan untuk mencegah mobil bergerak mundur ketika akan mulai berjalan di tengah tanjakan.

Cara kerjanya, tarik tuas rem tangan saat berhenti di tanjakan, posisikan perseneling di gigi satu. Saat akan berjalan, injak pedal gas sembari melepas kopling perlahan hingga terasa mobil mulai bergerak kemudian lepaskan rem tangan secara bertahap seirama dengan gerakan kaki mengnjak pedal gas dan melepas kopling.

Teknik ini mengandalkan rem tangan, jadi pastikan rem tangan dalam kondisi prima.

Menghadapi jalan pegunungan yang menanjak dan menurun di butuhkan kesigapan pengemudi mengontrol pedal rem, pedal kopling dan pedal gas secara cepat.

Di beberapa jalur menanjak dan cukup padat, biasa ditemukan jasa ganjal ban untuk membantu mencegah mobil meluncur mundur ketika berhenti di tengah tanjakan.

Beruntung kebanyakan mobil terbaru telah dilengkapi fitur Hill Assist sehingga perjalanan melewati jalanan berbukit atau ketika terpaksa harus antri di parkiran mall pada posisi menanjak dapat dilalui dengan lebih aman.

fitur canggih di mobil


Kontrol Traksi
Tidak semua mobil memiliki fitur canggih ini. Kontrol Traksi biasanya ditambahkan pada mobil yang memiliki performa tinggi. Meski begitu, mobil kelas medium juga mulai banyak menggunakan fitur kontrol traksi untuk meningkatkan keamanan berkendara.

Kontrol traksi bekerja untuk mencegah ban selip Pada saat melewati jalan yang licin akibat terguyur hujan, saat bermanufer melewati tikungan cepat atau tikungan tajam demi keamanan berkendara.

Fitur ini juga dapat berkolaborasi dengan Launch Control untuk mencegah ban selip saat mulai berakselerasi agar mobil tidak lepas kendali.

Sistem Traksi Kontrol mendeteksi gejala slip dengan bentuan berbagai sensor yang terpasang pada mobil.

Banyak skema yang digunakan untuk mengatasi gejala selip seperti mengurangi tenaga mesin yang disalurkan ke roda dengan mengurangi pasokan udara dan bahan bakar, menonaktifkan sistem pengapian atau mengaktifkan rem untuk menahan laju roda atau kombinasi dari berbagai skema tersebut.

Salah satu prinsip kerjanya, ketika ban belakang terdeteksi berputar lebih cepat dari pada roda depan maka sistem unit akan memerintahkan throthle untuk sedikit menutup sehingga suplai udara dan bahan bakar berkurang dan putaran mesin menurun.

Dengan begitu ban belakang berputar lebih lambat sehingga gejala selip dapat terhindarkan.

Traksi Kontrol juga digunakan pada sepeda motor ber-CC besar untuk membantu pengendara mengendalikan motor yang memiliki tenaga mesin yang sangat besar.

Tanpa bantuan traksi kontrol, gejala selip pada sepeda motor akan sangat membahayakan pengendara.

Jika anda pernah menyimak acara balap Motogp, mungkin anda pernah melihat beberapa rider terjatuh dan terlempar dari sepeda motor karena ban belakangnya selip. Bayangkan kalau hal tersebut terjadi dijalanan umum.

Padahal motor sekelas MotoGp telah menggunakan teknologi Traksi Kontrol dengan dukungan sistem safety yang lengkap.

fitur canggih di mobil


Cruise Control
Cruise Control biasa juga dikenal dengan nama autocruise menjadi salah satu fitur canggih di mobil. Fitur ini memungkinkan mobil dapat berlari dalam kecepatan yang konstan sesuai pengaturan yang dilakukan pengemudi.

Fitur cruise control sangat berguna saat perjalanan jauh atau saat melalui jalan tol yang lengang. Memberi kesempatan kepada pengemudi untuk mengistirahatkan kaki sehingga terhindar dari pegal atu bahkan keseleo akibat dari menginjak pedal gas terus menerus dalam kondisi tetap dalam waktu yang lama.

Fitur ini juga berfungsi menjaga agar pengemudi tidak melanggar batas kecepatan yang sudah ditentukan, baik itu batas kecepatan maksimal maupun batas kecepatan minimal.

Fitur ini juga dapat menghemat penggunaan bahan bakar, karena mobil berjalan stabil tanpa aktifitas menambah kecepatan atau mengurangi kecepatan yang tidak perlu akibat kondisi kaki yang mulai lelah menahan pedal gas.

Umumnya fitur cruise control hanya dapat aktif pada kecepatan diatas 40km/h. ketika fitur ini diaktifkan, biasanya melalui saklar di area bawah kemudi, maka system mempertahankan kecepatan pada posisi yang ditentukan.

Cruise control akan non aktif ketika pengemudi menekan pedal gas, menginjak rem atau pedal kopling. Tapi setelah pedal dilepas, mobil akan kembali ke posisi kecepatan yang sudah ditentukan tadi, selama fitur cruise control masih aktif.

Jadi mobil tetap dapat menambah kecepatan ketika pengemudi menginjak pedal gas tapi begitu pedal gas di lepas maka kontrol unit akan mengembalikan posisi di kecepatan semula sesuai setingan cruise control semula.

Fitur ini dapat diaktifkan melalui mekanisme tombol yang ada diarea kemudi dan dapat bekerja berkat teknologi Drive by Wire system, dimana kontrol mekanisme segala bagian mobil sudah full electronic.

fitur canggih di mobil

Pedal gas terhubung ke selenoid yang menggerakan katup gas di mesin melalui kabel yang terhubung dengan pusat kontrol sebut saja ECU sebagai pusat pengendali semua komponen pada mobil.

ECU menentukan posisi throthle, mengatur pasokan bahan bakar agar tetap konstan saat mode cruise control diaktifkan.

Teknologi cruise control yang dapat dikombinasikan dengan sensor untuk mendeteksi jarak mobil didepan sehingga secara otomatis mengurangi kecepatan dan menjaga jarak tetap aman.


Lane Departure Warning
Fitur yang dapat mendeteksi dan memberi peringatan kepada pengemudi ketika menginjak garis putih yang berarti mobil mulai keluar jalur.

Fitur ini berguna untuk meningkatkan keamanan berkendara dengan mencegah mobil keluar dari jalur yang seharusnya.

Terdapat dua jenis Line Departure Warning yaitu,
Sistem yang memperingatkan pengemudi ketika kendaraan melewati garis pembatas. Peringatan bisa berupa suara, visual atau getaran. Sistem ini dikenal dengan nama Lane Departure Warning (LDW).

Sisem yang memperingatkan pengemudi, namun jika tidak ada reaksi dari pengemudi maka sistem secara otomatis akan mengambil alih kemudi dan memastikan kendaraan tidak keluar jalur. Sistem ini lebih dikenal dengan Lane Keeping System (LKS)

Beragam sensor bekerja mendeteksi jalur yang dilalui kendaraan. Garis putih yang ada dijalan menjadi patokan untuk menentukan apakah mobil tetap pada jalur yang benar. Fitur ini biasanya berkolaborasi dengan Cruise Control dalam mengemban tugasnya.

fitur canggih di mobil


Pre-Collision Technology
Fitur yang berfungsi untuk mencegah terjadinya tabrakan. Teknologi ini dilengkapi sensor inframerah yang diletakkan di depan mobil untuk mendeteksi gejala awal kecelakaan.

Sensor ini bekerja seperti radar dengan menembakan sinyal ke sekitar mobil yang kemudian diolah oleh komputer unit yang akan memberikan peringatan kepada pengemudi melalui alarm jika terdeteksi ada kemungkinan terjadi kecelakaan sehinga pengemudi dapat mengambil tindakan untuk menghindari kecelakaan.

Pada sistem yang lebih canggih, teknologi ini juga terintegrasi dengan berbagai perangkat seperti rem dan seat belt. Ketika kemungkinan tabrakan terdeteksi maka sistem secara otomatis akan mengaktifkan rem untuk mengurangi kecepatan sesegera mungkin dan seat belt akan mengencang untuk menahan penumpang dan pengemudi dari efek benturan yang mungkin terjadi.

Fitur ini membutuhkan teknologi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi untuk menghindari kesalahan mendeteksi kondisi jalan yang malah akan mengakibatkan kecelakaan.


Magic Body Control
Teknologi milik mersedez yang mampu meminimalisir guncangan yang terjadi pada ruang kabin ketika melalui jalan bergelombang sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Meskipun mobil melalui jalanan tidak rata, ruang kabin tetap dalam keadaan stabil bahkan air dalam gelas yang diletakan pada cup holder pun tidak akan tumpah karena guncangan.

Fitur ini didukung dua kamera resolusi tinggi untuk mendeteksi kondisi jalan yang akan dilalui sehingga sistem dapat bereaksi dengan cepat sesuai masukan dari kamera dan dibantu beberapa sensor berteknologi tinggi sebagai pendukung.

Magic Body Control


Itulah beberapa fitur canggih di mobil keluaran terbaru yang dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara.

Baca juga : Fitur unik pada mobil

Teknologi Drive by Wire system memungkinkan pengendalian mobil oleh sistem electronic control unit sehingga dapat meminimalisir human eror yang dapat mengakibatkan kecelakaan.